Jumat, 15 Maret 2013

Melintasi Tepi Musi

Tepat saat tanggal di kalender menunjukkan 10 Maret 2013. Tepat di hari Minggu. Memang bukan hari yang istimewa. Tidak ubahnya hari minggu yang lain. Tapi ada sedikit yang membedakan, kami dapat "libur" di hari Minggu.
Yaa.
Kami dapat "libur" di hari Minggu. Libur dalam rangka memenuhi undangan. Hari Minggu kami masih harus masuk bekerja. Bukan karena keinginan, tapi lebih ke arah tuntutan perjanjian kerja yang telah kami setujui.
Berikut sedikit perjalanan kami di hari Minggu:

0617
Persiapan dari mess kami tercinta. Lokasi tepat di tepi Jalan Lintas Timur Palembang - Jambi, Babat Supat, Sungai Lilin, Banyuasin, Sumsel. Tempat yang sebagian besar wilayahnya diselimuti rawa (swamp area).

1030
Sampai dilokasi kondangan.
Silaturrahim dengan sang mempelai sambil menghabiskan jatah makan siang di meja.

1630
Merapat di tepian Sungai Musi.
Menuju Pulau Kemaro.
Menjelajah tepian Sungai Musi dan menilik Pabrik Pupuk Sriwidjaja.

Senin, 04 Maret 2013

Bahagia Itu Sederhana

"Bahagia itu sederhana dan bukan suatu hal yang harus dipersulit pencapaiannya"
(Pringga S. Panji, 2013)

Senin, 25 Juni 2012

Love Earth, Just Love It

#Foreword

Sebuah tag-line atau label baru akan hadir mewarnai blog ini, yaitu "Love Earth". Disadari atau tidak, Bumi yang kita tempati ini memang butuh lebih dari sekedar perhatian, tapi lebih ke arah cinta. Untuk itulah label "Love Earth" turut serta mengawal blog ini.

#TheInspiration

Ide awal dari penamaan label "Love Earth" adalah nukilan kata dari sebuah kaos oblong yang saya dapatkan saat duduk di bangku kuliah. Kaos yang saya beli dari seorang teman.
Berikut sumber inspirasi-nya:

Tampak Depan Kaos

Tampak Belakang Kaos

#Addition

Di bagian belakang kaos, sang desainer kaos membubuhkan pesan dalam bentuk gambar dan tulisan. Ada sedikit "to-do list" atau hal-hal yang harus dikerjakan untuk mewujudkan Cinta Bumi (walaupun hanya sebatas aksi pribadi atau komunitas lokal saja, belum mendunia):

Pesan "To-do List"
Berikut isi pesan "to-do list" (daftar kegiatan):
1. Put the garbage into the bin (letakkan sampah pada tempat sampah)
2. Use electricity efficiently (gunakan tenaga listrik secara tepat guna / efisien)
3. Don't burn the garbage (jangan membakar sampah)
4. Being veg (jadilah vegetarian)
5. Use water efficiently (gunakan sumber daya air secara tepat guna / efisien)
6. No Smoking (tidak merokok)
7. Bike to work (bersepeda ke tempat kerja)

#Yap..

Perlahan tapi pasti, daftar kegiatan yang harus kita jalani sedikit-demi-sedikit dapat terpenuhi. Bahkan kegiatan dalam rangka Cinta Bumi akan lebih banyak lagi dari 7 daftar di atas.
Kesadaran tentang kondisi Bumi yang lebih memegang peranan penting dalam usaha mengurangi dampak perusakan Bumi.

Semua hal yang terkait usaha pengurangan dampak tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian disebar atau ditularkan ke lingkungan keluarga dan kemudian berlanjut ke komunal masyarakat.
Tidak salah untuk kembali mendengungkan slogan "Berfikir secara global, bertindak secara lokal".

#JustASharing

Semoga bermanfaat..
;-)

Minggu, 17 Juni 2012

Beliefs

A simple quote:

"BELIEFS, the enormous power to create or to destroy"

 

Kamis, 07 Juni 2012

Green Bay Project Night Scene

Sekedar meregangkan pikiran dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tak sekedar memandang, kamera-pun siap mengabadikan kejadian dengan apik.

#Yap

Untuk sesi pemotretan kali ini, saya ingin berbagi keindahan pemandangan suatu proyek bangunan gedung. Pemandangan proyek gedung mungkin sudah tidak asing lagi kita temui, terutama di kota-kota besar. Pemandangan proses pembangunan gedung pada siang hari sudah lumrah kita jumpai. Kali ini, saya mencoba mengambil gambar proses pembangunan gedung bertingkat di malam hari, ya malam hari.















#Akhirnya

Gambar-gambar di atas saya ambil pada saat saya ditugaskan di Proyek Pembangunan Superblok Green Bay, Pluit, Jakarta Utara. Pengambilan gambar menggunakan kamera saku Canon A2200 dan tripod Velbon CX-300. Gambar diabadikan pada tanggal 1 Oktober 2011, pukul 21.00 - 23.30.

Semoga Bermanfaat.. :-)

Minggu, 04 Maret 2012

Hah?? Final Set?

#Ehmm..

Pernah dengar kata2 di bagian judul di atas?
Kira2 apa ya artinya??
Mungkin jika kita sedikit bergelut di dunia engineering pasti sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Terlebih bagi mereka yang sudah terbiasa dengan suara bising alat / mesin pancang.

Duuuaaaang!!!.. Daaaaaanggg.. Duuuaaaaaang!!!.. (>.<) Agak sulit memang mendeskripsikan bagaimana bisingnya suara mesin pancang yang sedang beroperasi. #Yap.. Kata-kata "final-set" memang sudah sangat lumrah (karena suatu keharusan juga) dalam pekerjaan pemancangan tiang. Final-set merupakan tahapan paling terakhir dari sebuah pekerjaan pemancangan tiang.

(?) Terus tahapan pemancangan tiang itu apa saja yaa??

Sebelum beralih ke tahap akhir pemancangan,,mari kita bahas terlebih dahulu tahapan pemancangan dari awal. Heheee.. Jangan bosen yak.
Berikut tahapan-tahapan pemancangan tiang pondasi:

1. Pengangkatan tiang pondasi oleh mesin pancang.


Oiya,pengangkatan tiang pancang ga boleh sembarangan lho. Ada yang istilahnya "titik angkat tiang pancang". Nah, di sini lah operator mesin pancang harus mengikatkan kait tali baja untuk selanjutnya mengangkat tiang pancang dengan aman. Titik angkat tiang pancang itu dimaksudkan tidak lain adalah untuk mencegah keretakan tiang pancang dan cacat lainnya.

2. Pemancangan pondasi ke dalam tanah


Dari gambar di atas, dapat kita ketahui jenis mesin pancang yang digunakan yaitu jenis mesin pancang hidrolik (hydrolic drop hammer). Oiya, sebenarnya jenis-jenis mesin pancang itu beragam. Nanti akan kita bahas di sesi selanjutnya.. :-)

3. Penyambungan tiang pancang


Apabila dalam suatu kondisi, desain tiang pancang diharuskan mancapai pancang lebih dari 12 meter, maka salah satu solusi adalah dibuatkan sambungan pancang. Pemotongan tiang pancang tidak lain adalah untuk mempermudah mobilisasi tiang pancang beton dari pabrik pembuatan ke lokasi pemancangan.
Untuk Indonesia, tiang pancang 12 meter masih memungkinkan untuk diangkut dengan menggunakan trailer. Mungkin untuk daerah perkotaan dengan lokasi pemancangan dengan jalan masuk yang berliku, pemotongan tiang pancang dapat dilakukan lebih pendek dan memungkinkan untuk manuver selama mobilisasi.
Sambungan atau slice tiang pancang harus didesain ulang dan material sambungan juga harus direncanakan ulang karena pada bagian sambungan ini sangat dimungkinkan untuk terjadi konsentrasi stres yang berlebih, baik akibat hantaman hammer pancang ataupun beban statis bangunan sendiri. Inspeksi yang teliti harus dilakukan pada saat proses penyambungan tiang pancang ini.
Kesalahan dalam penyambungan juga dapat menyebabkan hal lain selain konsentrasi stres. Apabila penyambungan miring, maka dapat dipastikan hasil pemancangan akan miring dengan sudut tertentu dan konsentrasi stres akan lebih besar di daerah sambungan dan kepala tiang.

*Di posisi sebelah kanan ada pekerja yang tidak pakai helm. Itu contoh yang salah yaa dalam siklus pekerjaan pemancangan yang penuh dengan resiko ini..


Proses pengelasan sambungan dapat kita lihat dari gambar di atas.. ^^


Dari gambar di atas, kita dapat menyaksikan proses penyesuaian posisi sambungan tiang pancang agar tepat berada pada posisi penyambungan.

4. Memastikan vertikalitas tiang pancang


Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kelurusan tiang arah vertikal juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil akhir pemancangan tiang. Di dalam praktik lapangan, biasanya pekerja memastikan vertikalitas tiang dengan cara mengaitkan seutas benang ke penggantung dan pemberat. Kemudian menerawang tiang melalui seutas benang tersebut.

5. Mememancang kembali tiang.

Setelah proses penyambungan tiang dan pemeriksaan vertikalitas selesai, tiang pancang kembali dihantam dengan hammer pancang sampai kedalaman tertentu.

6. Pengunaan dolly

Dolly di sini merupakan sebutan suatu alat untuk membantu proses pemancangan apabila tiang pancang sudah sedikit tenggelam ke dalam tanah dan akan mencapai tanah keras.
Tiang pancang yang di-dolly harus merupakan tiang pancang yang sudah sedikit lagi mencapai tanah keras (dapat diketahui dari penurunan yang terjadi saat tiang dipancang, penurunan akan kecil) dan posisi tiang sudah berada pada level elevasi tanah atau sedikit tenggelam ke dalam tanah.


Pada gambar di atas, kita dapat melihat dolly yang sedang diangkat oleh mesin pancang. Sekedar info, massa dolly satu dolly sendiri dapat berkisar antara 2 - 3 ton dengan panjang dolly sekitar 3 - 4 meter.
Pekerjaan dolly sendiri aman sampai dengan kedalaman 2 meter, lebih dari 2 meter maka tiang harus disambung lagi (atau sesuai dengan keputusan field engineer di lapangan).
Maka dari itu, pekerjaan dolly sebisa mungkin dihindari oleh operator mesin pancang dan kru karena pekerjaan ini cukup memakan waktu.

7. Pengambilan final-set

Nah.. Inilah saat-saat yang ditunggu. Sesuatu yang berkaitan dengan judul di atas. Ya, final-set.. ;-)

Berikut final-set yang merupakan langkah terakhir dari proses pemancangan:



Itulah, proses pengambilan grafik final-set di 10 pukulan terakhir.
Pengambilan final-set merupakan proses kritis untuk menentukan kualitas pemancangan. Dan biasanya grafik ini yang menjadi acuan tim pengawas untuk memberikan penilaian terhadap pekerjaan pemancangan.



#Dan akhirnya..

Selesai sudah pembahasan kilat mengenai tahapan pemancangan dari proses pengangkatan tiang sampai pengambilan grafik final-set.

#Justshare
Semoga bermanfaat.. :-)





*Catatan kaki:
Seluruh foto-foto di atas penulis ambil saat penulis berada pada proyek:

Green Bay Superblock, Pluit, Jakarta Utara.
Pemilik: PT Kencana Unggul Sukses (grup Agung Podomoro Land)
Kontraktor: PT Total Bangun Persada, Tbk
Konsultan Pengawas: PT Jaya Construction Management
Sub-Kontraktor Pemancangan: PT Hammer Sakti and PT Pakubumi Semesta

Sabtu, 18 Februari 2012

Coretan kecil karya penyair lawas:

oleh: Kahlil Gibran*


Kutegur jiwa tujuh kali!!

Yang Pertama: ketika aku berupaya meninggikan diri sendiri dengan mengeksploitasi yang lemah.

Yang Kedua: ketika aku timpang dihadapan mereka yang lumpuh

Yang Ketiga: ketika diberi pilihan, aku lebih memilih yang mudah ketimbang yang sulit

Yang Keempat: ketika aku membuat kekeliruan, lantas kuhibur diri sendiri dengan kekeliruan orang lain

Yang Kelima: ketika aku bersikap jinak ketakutan, kemudian mengklaim diri ini kuat dalam kesabaran

Yang Keenam: ketika ku angkat pakaian ku untuk menghindari lumpur kehidupan

Yang Ketujuh: ketika aku berdiri dan menyanyikan nyayian bagi Tuhan dan aku anggap hanya itulah satu-satunya nyayian kebajikan

----------



*) Kahlil Gibran, penyair asal Lebanon yang lama menetap di Amerika Serikat. Lahir di Lebanon pada masa khilafah Turki Ustmani tahun 1883 dan tutup usia di New York, Amerika Serikat tahun 1931.

Catatan kaki disadur dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Kahlil_Gibran