Minggu, 18 Agustus 2013

" ... Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata"
(Dahlan Iskan)

Minggu, 14 April 2013

Inilah Sebuah Permulaan

Yaa..

Sebuah permulaan. Yang rasa-rasanya permulaan itu harus berada paling awal, paling pertama ataupun paling dasar. Tapi khusus untuk permulaan ini, saya maksudkan tak lebih dari permulaan yaang baru dan berbeda dari sebelumnya.

Saat masa-masa sekolah dulu, kawan satu sekolah memakai seragam yang sama setiap harinya, nyaris tanpa perbedaan. Setelan putih - biru (saat SMP) ataupun setelan putih - abu2. Semua murid memakai seragam itu saat bersekolah, tanpa kecuali. Termasuk para guru. Tak tertinggal, bapak dan ibu guru-pun memakai seragam tiap kali mengajar. Sekolah mengajarkan dan mendidik kesetaraan buat para murid. Benar-benar nyaris tanpa perbedaan. Tak nampak si A itu dari keluarga berlebih, menengah ataupun kekurangan.

.

Masuk ke dunia kampus, dunia yang awalnya ku kira tak beda jauh dengan dunia "putih - abu2" yang sebelumnya ku jalani. Ternyata, dunia kampus memperlihatkan perbedaan dari berbagai sisi. Mulai dari pakaian, tempat tinggal sampai cara bersosialisasi. Sungguh berbeda. Bahkan ada kawan yang memberikan pernyataan jikalau dunia kampus itu "miniatur masyarakat".
Ya, miniatur masyarakat. Tak lain bahwa kampus mampu menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya tetapi dengan lingkup yang lebih kecil dan sederhana.

.

Yaap..
Setelah lulus kuliah, tiba saatnya mengembara di "dunia yang sebenarnya". Dunia yang benar-benar jauh berbeda dari dunia sekolah. Mendekati model dunia kampus dengan tambahan kerumitan. Lepas dari pergulatan dengan buku, kini saya harus berhadapan dengan sesama. Manusia dengan keberagaman akal, pola pikir, tingkah laku dan keunikan lainnya. Ya, inilah sebuah permulaan seseorang mulai menjadi anggota masyarakat seutuhnya. Berbaut dengan masyarakat dan mempunyai kedudukan hukum yang sama.

Gesekan dan perbedaan cara pandang ataupun pola pikir sangat lumrah terjadi dalam masyarakat. Manusia dengan segala keunikan yang Tuhan karuniakan kepada kita memang menjadi sumber perbedaan yang ada. Benar menurut saya, belum tentu benar menurut Anda. Salah menurut suatu kelompok, belum tentu salah menurut kelompok lain. Itulah perbedaan. Tapi Maha Suci Tuhan dengan segala firman-Nya, Dia menurunkan aturan agar semua perbedaan disatukan menurut aturan Tuhan.

Yaap.
Perbedaan ini memang harus saya jalani. Tidak boleh dilewatkan (dan memang tidak bisa). Perbedaan pola pikir yang kadang memicu perbedaan di bidang lainnya. Problematika yang terjadi dalam masyarakat yang terkadang tercampuri oleh urusan pribadi. Perasaan dan ego bermain. Walau kadang terjadilah debat yang tanpa selesai dan minim manfaat.

Yaa..
Itulah sebuah permulaan untuk menjadi dan diterima sebagai anggota masyarakat.

:-)

#semogabermanfaat

Jumat, 15 Maret 2013

Melintasi Tepi Musi

Tepat saat tanggal di kalender menunjukkan 10 Maret 2013. Tepat di hari Minggu. Memang bukan hari yang istimewa. Tidak ubahnya hari minggu yang lain. Tapi ada sedikit yang membedakan, kami dapat "libur" di hari Minggu.
Yaa.
Kami dapat "libur" di hari Minggu. Libur dalam rangka memenuhi undangan. Hari Minggu kami masih harus masuk bekerja. Bukan karena keinginan, tapi lebih ke arah tuntutan perjanjian kerja yang telah kami setujui.
Berikut sedikit perjalanan kami di hari Minggu:

0617
Persiapan dari mess kami tercinta. Lokasi tepat di tepi Jalan Lintas Timur Palembang - Jambi, Babat Supat, Sungai Lilin, Banyuasin, Sumsel. Tempat yang sebagian besar wilayahnya diselimuti rawa (swamp area).

1030
Sampai dilokasi kondangan.
Silaturrahim dengan sang mempelai sambil menghabiskan jatah makan siang di meja.

1630
Merapat di tepian Sungai Musi.
Menuju Pulau Kemaro.
Menjelajah tepian Sungai Musi dan menilik Pabrik Pupuk Sriwidjaja.

Senin, 04 Maret 2013

Bahagia Itu Sederhana

"Bahagia itu sederhana dan bukan suatu hal yang harus dipersulit pencapaiannya"
(Pringga S. Panji, 2013)

Senin, 25 Juni 2012

Love Earth, Just Love It

#Foreword

Sebuah tag-line atau label baru akan hadir mewarnai blog ini, yaitu "Love Earth". Disadari atau tidak, Bumi yang kita tempati ini memang butuh lebih dari sekedar perhatian, tapi lebih ke arah cinta. Untuk itulah label "Love Earth" turut serta mengawal blog ini.

#TheInspiration

Ide awal dari penamaan label "Love Earth" adalah nukilan kata dari sebuah kaos oblong yang saya dapatkan saat duduk di bangku kuliah. Kaos yang saya beli dari seorang teman.
Berikut sumber inspirasi-nya:

Tampak Depan Kaos

Tampak Belakang Kaos

#Addition

Di bagian belakang kaos, sang desainer kaos membubuhkan pesan dalam bentuk gambar dan tulisan. Ada sedikit "to-do list" atau hal-hal yang harus dikerjakan untuk mewujudkan Cinta Bumi (walaupun hanya sebatas aksi pribadi atau komunitas lokal saja, belum mendunia):

Pesan "To-do List"
Berikut isi pesan "to-do list" (daftar kegiatan):
1. Put the garbage into the bin (letakkan sampah pada tempat sampah)
2. Use electricity efficiently (gunakan tenaga listrik secara tepat guna / efisien)
3. Don't burn the garbage (jangan membakar sampah)
4. Being veg (jadilah vegetarian)
5. Use water efficiently (gunakan sumber daya air secara tepat guna / efisien)
6. No Smoking (tidak merokok)
7. Bike to work (bersepeda ke tempat kerja)

#Yap..

Perlahan tapi pasti, daftar kegiatan yang harus kita jalani sedikit-demi-sedikit dapat terpenuhi. Bahkan kegiatan dalam rangka Cinta Bumi akan lebih banyak lagi dari 7 daftar di atas.
Kesadaran tentang kondisi Bumi yang lebih memegang peranan penting dalam usaha mengurangi dampak perusakan Bumi.

Semua hal yang terkait usaha pengurangan dampak tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian disebar atau ditularkan ke lingkungan keluarga dan kemudian berlanjut ke komunal masyarakat.
Tidak salah untuk kembali mendengungkan slogan "Berfikir secara global, bertindak secara lokal".

#JustASharing

Semoga bermanfaat..
;-)

Minggu, 17 Juni 2012

Beliefs

A simple quote:

"BELIEFS, the enormous power to create or to destroy"

 

Kamis, 07 Juni 2012

Green Bay Project Night Scene

Sekedar meregangkan pikiran dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Tak sekedar memandang, kamera-pun siap mengabadikan kejadian dengan apik.

#Yap

Untuk sesi pemotretan kali ini, saya ingin berbagi keindahan pemandangan suatu proyek bangunan gedung. Pemandangan proyek gedung mungkin sudah tidak asing lagi kita temui, terutama di kota-kota besar. Pemandangan proses pembangunan gedung pada siang hari sudah lumrah kita jumpai. Kali ini, saya mencoba mengambil gambar proses pembangunan gedung bertingkat di malam hari, ya malam hari.















#Akhirnya

Gambar-gambar di atas saya ambil pada saat saya ditugaskan di Proyek Pembangunan Superblok Green Bay, Pluit, Jakarta Utara. Pengambilan gambar menggunakan kamera saku Canon A2200 dan tripod Velbon CX-300. Gambar diabadikan pada tanggal 1 Oktober 2011, pukul 21.00 - 23.30.

Semoga Bermanfaat.. :-)